Tertawalah Demi Kebersihan Jiwa

Seorang petinggi perusahaan besar pernah berujar, “Betapa irinya saya pada mereka.” Sore itu tampak dari jendela kantor, ribuan pekerjanya sedang bergegas pulang seolah memburu gelincir matahari di barat. “Lihatlah wajah mereka berseri-seri. Mereka bisa pulang sambil tertawa, bersenda gurau dengan rekan-rekan mereka.

Sedangkan saya, seringkali harus pulang larut malam membawa setumpuk persoalan. Lebih buruk lagi, tak seorang pun dapat diajak bercanda ria. Semua pegawai, bila berjumpa dengan saya, hanya berbicara tentang urusan pabrik. Ah, betapa bahagianya mereka!” Tak perlu khawatir, wahai tuan direktur. Semakin tinggi, semakin sendirilah pucuk cemara. Dan, hanya cemara yang terkuatlah yang mampu berdiri setinggi ini.

Namun, betapa sederhananya cermin ukuran sebuah kebahagiaan: tertawa! Berbahagialah mereka yang masih bisa tertawa lepas; tertawa jujur; tertawa karena kegembiraan. Anda bisa berpura-pura sedih. Namun anda tak bisa berpura-pura tertawa. Kegetiran mudah tercium di sana.

Belajarlah tertawa, wahai tuan direktur. Tertawa bukan hanya mengobati kepahitan hidup. Tertawa membersihkan jiwa dan menyingkirkan iri dengki. Meski hanya sesaat, tertawa benar-benar nyanyian jiwa, begitulah kata seorang bijak

About Ningsih Kusumo

Ningsih Kusumo Vice President Human Resources P.T. SPM
Bookmark the permalink.

Comments are closed