Lima Alasan Pengusaha Memerlukan Tidur Nyenyak

Bos Instagram Kevin Systrom baru-baru ini mengatakan kepada Financial Times bahwa kebutuhan tidurnya selama delapan jam adalah hal yang penting bagi seorang pengusaha. Systrom tidak salah dalam membuat asumsi ini. Faktanya, tidur adalah hal yang sangat penting, tidak hanya untuk fungsi dasar otak, tapi juga untuk keterampilan berpikir yang bisa membuat seorang pengusaha sukses atau hancur.

Sebagian besar orang telah mendengar bahwa kurang tidur berhubungan dengan sejumlah masalah kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan, disfungsi seksual dan kematian dini. Tidak ada yang menginginkan salah satu hal ini menimpa mereka. Berikut adalah alasan mengapa mendapatkan tidur yang cukup juga akan meningkatkan pemahaman bisnis Anda.

1. Sel otak Anda mungkin tertidur saat Anda terjaga

Tahun lalu sebuah penelitian di jurnal “Nature” melaporkan, ketika hewan kurang tidur, sekelompok neuron di otak secara acak memutuskan untuk tidur. Dan tidur siang kecil ini dapat memengaruhi bagaimana kita menjalankan bisnis sepanjang hari.

Penulis Giulio Tononi, MD, PhD menjelaskan bahwa “neuron lelah dalam otak yang terjaga mungkin bertanggung jawab atas kurangnya fokus, penilaian yang buruk, kesalahan dalam hal yang krusial dan mudah tersinggung yang kita alami ketika kita tidak mendapatkan cukup tidur, namun tidak merasa sangat mengantuk.”

Tidak ada yang lebih buruk daripada ketika bagian dari otak Anda terkantuk-kantuk selama pertemuan dengan klien, jadi cegah hal itu dengan tidur malam yang nyenyak.

2. Kurang tidur membuat otak Anda mengalami penuaan dini

Sebuah penelitian di Sleep tahun lalu menemukan bahwa orang yang terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur memiliki defisit dalam fungsi kognitif dan keterampilan penalaran. Defisit ini sudah cukup untuk membuat otak seseorang berpikir setara dengan 4-7 tahun lebih tua.

Bahkan lebih buruk lagi adalah perubahan dalam durasi tidur (orang-orang beralih dari banyak tidur menjadi tidur sedikit, dan sebaliknya) terkait dengan masalah lebih yang buruk dalam fungsi otak. Kelesuan kognitif dan penuaan dini otak bukanlah hal yang harus kita takutkan jika kita bisa menghindarinya.

3. Tidak cukup tidur berisiko mengambil keputusan buruk

Beberapa bukti terbaik bahwa pengusaha perlu mendapatkan tidur yang cukup terdapat dalam sebuah penelitian tahun lalu di “Journal of Neuroscience” yang menemukan bahwa orang akan mengambil keputusan keuangan yang berisiko ketika mereka kurang tidur.

Dan bagian otak yang diketahui terkait dengan positive reward (suasana hati), lebih aktif dalam orang-orang kurang tidur, menunjukkan bahwa kurang tidur membuat orang agak terdelusi dalam kemampuan mengambil keputusan dibandingkan dengan orang yang cukup tidur.

“Bahkan jika seseorang membuat keputusan keuangan yang berisiko setelah cukup tidur saat malam hari,tidak ada jaminan bahwa orang yang sama ini tidak akan mengekspos Anda untuk risiko yang tak diinginkan jika kurang tidur,” kata penulis penelitian Michael Chee, MD dari Duke University.

4. Tidur membuat otak Anda bekerja

Orang-orang yang membuat keputusan setelah tidur dengan cukup dapat membuat keputusan dengan lebih baik, yang lebih rasional daripada mereka yang memutuskan pada saat itu juga. Idenya adalah tidur memungkinkan otak yang sadar untuk beristirahat dari masalah yang dihadapi (setiap jenis gangguan dapat bekerja untuk efek ini), sehingga proses tak sadar mengambil alih dan mengevaluasi masalah ini. Jadi pepatah “cukup tidur” mungkin benar, dan relevan baik saat Anda memutuskan apakah akan menjual perusahaan senilai $1 miliar, atau membuat perubahan karier.

5. Tidur membantu memperkuat ingatan.

Tidur telah lama dikenal bisa meningkatkan pembelajaran, dengan mengonsolidasikan ingatan kita yang bertambah sepanjang hari. Hubungan antara sel-sel otak yang mendasari ingatan kita semakin kuat, dan yang “tidak berguna” dipangkas kembali selama tidur. Jadi jika Anda mencoba untuk mengingat rincian dari pertemuan pagi, Anda mungkin benar-benar membuktikan bahwa tidur malam yang cukup, membuat otak Anda mampu melakukannya.

Hal itu menunjukkan bahwa tidur dengan cara alami biasanya merupakan pilihan terbaik. Penelitian terbaru menemukan bahwa obat tidur dari berbagai jenis terkait dengan kematian dan jenis kanker tertentu.

Obat-obatan seperti Ambien (zolpidem), Lunesta (eszopiclone) dan Sonata (zaleplon), barbiturat, dan antihistamin sedatif adalah sebagian obat yang terkait dengan kematian dini (dan kanker). Solusi alami seperti teknik relaksasi, meditasi, atau melatonin mungkin merupakan pilihan yang lebih baik.

About admin

IHRP website Administrator
Bookmark the permalink.

Comments are closed