Buruh Minta Upah Naik 50% karena BBM Naik, Ini Jawaban Pemerintah

Jakarta – Para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menuntut upahnya naik hingga 50% tahun depan pasca kenaikan harga BBM subsidi. Apa jawaban pemerintah?

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, kenaikan upah buruh tahun depan bisa dilakukan karena kenaikan harga BBM subsidi memang akan mendorong inflasi tahun ini melaju 7% atau lebih tinggi dari perkiraan. Untuk kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang bisa dipiku pengusaha besarannya 10% saja, tidak bisa 50% seperti keinginan buruh.

“Kira-kira 10% yang bisa dipikul para pengusaha, saya sudah ketemu mereka (buruh). Sebab kenaikan tahun lalu kan sudah tinggi itu, sebagian malahan ada yang 40%,” kata Hidayat di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Jadi menurut Hidayat, baru tahun depan kenaikan upah buruh bisa dilakukan. Saat ini hanya penyesuaian tarif angkutan yang disepakati antara pemerintah dengan pihak Organda sebesar 15%.

Sebelumnya, Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, kalangan buruh menolak kenaikan harga BBM subsidi dan mendesak pemerintah membatalkan kenaikan tersebut, demikian juga pemberian Balsem yang akan memiskinkan rakyat secara sistemik.

Namun apabila harga BBM subsidi terpaksa dinaikkan, para buruh menuntut kenaikan upah 50%.

Source : detikFinance – Mega Putra Ratya

—————————–

IHRP HR Management Training Seminars

Bookmark the permalink.

Comments are closed